Logo BPR - perbarindo.or.id

 

Direktur Bisnis PT BPR Hasamitra I Made Semadi mengatakan hingga saat ini perseroan belum melakukan kerja sama dengan fintech lending. BPR Hasamitra sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa fintech lending yang memiliki fokus pada pemberdayaan perempuan.

 Bisnis.com, JAKARTA - PT BPR Hasamitra optimistis kerja sama dengan platform teknologi finansial peer to peer (fintech P2P) lending akan mampu mendorong pertumbuhan kredit. Perseroan juga menyiapkan strategi agar bunga kredit lebih kompetitif.Direktur Bisnis PT BPR Hasamitra I Made Semadi mengatakan hingga saat ini perseroan belum melakukan kerja sama dengan fintech lending. BPR Hasamitra sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa fintech lending yang memiliki fokus pada pemberdayaan perempuan. Adapun kerja sama ditargetkan mulai efektif pada semester II tahun ini. Di luar kerja sama dengan fintech, BPR Hasamitra memiliki fokus kredit kepada PNS, TNI Polri, dan BUMN. Perseroan berharap kerja sama dengan fintech akan mampu mendongkrak angka pertumbuhan kredit sebesar 16% secara yoy pada tahun ini. Hingga 31 Desember 2020, jumlah kredit yang diberikan terkontraksi 8,62% secara yoy menjadi Rp1,98 triliun.

"Di semester I ini kami sedang fokus ke pengembangan LOS (Loan Original System) yakni sistem kredit berbasis online dan digital. Harapannya, masyarakat dapat mengakses kredit Hasamitra secara online. Dengan demikian, keputusan kredit bisa lebih cepat dan mudah," terangnya, Senin (22/3/2021). Lebih lanjut, BPR Hasamitra yakin mampu menyiapkan bunga kredit yang kompetitif dalam kerja sama dengan fintech. Made Semadi mengatakan perseroan selalu berupaya menghimpun dana murah dengan fokus pada tabungan.

Oleh karena itu, pihaknya fokus dalam pengembangan mobile banking. Dengan mobile banking yang mumpuni, diharapkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat terutama tabungan.

Per Desember 2020, jenis deposito mendominasi simpanan BPR Hasamitra yakni sebesar 88,21%. Adapun, jenis tabungan sebesar 11,70% dari jumlah simpanan tahun lalu. "Tabungan adalah dana murah. Dana murah tentu saja berimplikasi kepada CoF yang murah pula. Dengan CoF yang rendah tentu dampaknya akan mampu menurunkan angka BLR. Penetapan bunga kredit tentu selalu berpatokan kepada BLR (base lending rate)," terangnya. Data SPI OJK Desember 2020, mencatat komposisi deposito sebesar 69,14% dari total DPK BPR, sedangkan tabungan sebesar 30,86%.

 

Sumber: finansial.bisnis.com