Polda Sulsel Bongkar 'Website Jebakan' Ratusan Nasabah Bank BRI, Ini Kata Pendiri BPR Hasamitra

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Polda Sulsel bongkar praktek penipuan menggunakan laman Website Bank BRI Fishing atau website jebakan. Pengungkapan kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat dan juga beberapa pihak perbankan Sulsel, soal maraknya kasus penipuan memanfaatkan internet.

Pendiri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra, Yongris Lao menyebutkan, fenomena penipuan memakai Website perbankan mengikuti perkembangan.

"Namanya penipu itu selalu mengikuti perkembangan teknologi. Nasabah dan masyarakat harus diedukasi," ungkapnya kepada tribun timur, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, dalam kasus ini tidak ada sistem yang bisa dan mampu proteksi keamanan rekening para nasabah, jika Pin dan Username dikuasai orang lain.

"Kasus ini soal penawaran peminjaman, harusnya kalau memang nasabah butuh pinjaman melalui pesan singkat SMS, maka cek apa itu resmi," ujar Yongris.

"Termaksud juga telepon ke call centre dan memastikan, tanya ke kantor Bank terdekat. Dan kalaunada minta pin dan usarname tidak usah diberi," lanjutnya.

Seperti diketahui, tim Cyber Crime Polda Sulsel berhasil menangkap dua pelaku atas kasus Fishing atau membuat web Bank BRI jebakan terhadap korbannya. Dua pelaku tersebut berbeda jaringan, mereka menipu menggunakan sistem jaringan intenet dan berhasil menipu ratusan nasabah Bank BRI.

 

Waspada Jebakan Website Abal-abal (Phising)

Serangan phising belum berakhir. Bahkan dalam survei yang dilakukan oleh Kaspersky, jumlah korban serangan phising meningkat dalam setahun terakhir dari 19,9 juta menjadi 37,3 juta pengguna atau melonjak sebesar 87%.

Survei yang bertajuk "The Evolution of Phishing Attacks 2011-2013" menyebutkan, situs popular seperti Facebook, Yahoo, Google dan Amazon sering digunakan para penjahat cyber untuk mengelabui pengguna internet.

Survei yang dilakukan pada Juni 2013 ini, dengan mengambil data dari layanan awan Kaspersky Security Network, menunjukkan bahwa phishing, yang awalnya hanyalah bagian dari spam, kini telah menjelma menjadi ancaman cyber tersendiri dan tumbuh dengan pesat.

Menurut Kaspersky, email tidak lagi menjadi mekanisme utama pengiriman email phishing. Sebagai contoh, dari seluruh serangan phishing yang tercatat, hanya 12% yang dilakukan melalui email spam. Sisa 88%, serangan phishing dilakukan melalui tautan ke laman phishing yang diklik pengguna saat menggunakan web browser, layanan chat dan sejenisnya (Skype dan lain-lain), atau saat bekerja menggunakan komputer mereka. Demikian yang dikutip melalui keterangan resminya, Sabtu (22/6/2013).

Survei ini juga memperlihatkan, Pada 2012-2013, phisher (para pelaku phishing) melakukan serangan yang secara rata-rata memengaruhi 102,100 orang di seluruh dunia setiap harinya, dua kali lipat dibanding serangan pada 2011 – 2012. Serangan phishing lebih sering menyasar pengguna di Rusia, Amerika Serikat, India, Vietnam, dan Inggris. Vietnam, Amerika Serikat, India, dan Jerman tercatat memilliki angka tertinggi korban serangan phishing, dan jumlah seluruh serangan di negara-negara di atas naik dua kali lipat dibanding tahun lalu.

 

Tips Bebas dari Phising

SERANGAN phising atau jerat dunia maya belakangan ini menyerang pengguna Facebook. Satu-satunya cara mengatasi serangan yang memanfaatkan celah kelemahan sosial pengguna adalah dengan melakukan sikap hati-hati.

Dalam serangan tersebut penyebar phising berusaha mengambil alih akun Facebook dengan mengirimkan link halaman website palsu yang tampilannya benar-benar mirip Facebook.  Begitu pengguna Facebook terjebak dan dengan sukarela memasukkan nama logon dan password, otomatis informasi tersebut akan masuk ke data si penjahat dan akan dimanfaatkan untuk kepentingannya sendiri seperti menyebar spam alias iklan sampah ke akun-akun lain yang saling terkait.

Kaspersky Lab memberikan tips untuk mencegah serangan phising:

Untuk situs sosial seperti Facebook, buat bookmark untuk halaman login atau mengetik URL www.facebook.com secara langsung di browser address bar.

Jangan mengklik link pada pesan email.

Hanya mengetik data rahasia pada website yang aman.

Mengecek akun bank Anda secara regular dan melaporkan apapun yang mencurigakan kepada bank Anda.

Kenali tanda giveaway yang ada dalam email phising:

Jika hal itu tidak ditujukan secara personal kepada anda.

Jika anda bukan satu-satunya penerima email.

Jika terdapat kesalahan ejaan, tata bahasa yang buruk atau kekakuan lainnya dalam penggunaan bahasa. Biasanya ini dilakukan penyebar phising untuk mencegah filtering.

Meng-install software untuk kemanan internet dan tetap meng-update antivirus.

Meng-install patch keamanan.

Waspada terhadap email dan pesan instan yang tidak diminta.

Berhati-hati ketika login yang meminta hak Administrator. Cermati alamat URL-nya yang ada di address bar.

Back up data anda.

(dal)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Sumber : makassar.tribunnews.com